LOGGING KUANTITATIF
- Resistivitas Air Formasi
- Porositas ( Kemampuan batuan dalam menyimpan air )
- Permeabilitas ( Kemampuan batuan dalam mengalirkan air)
- Saltrasi Air Formasi
GING KUALITATIF
- Korelasi. Inkovelasi
- Penentuan Zona Permiabel (Penentuan Penampang Litologi)
- Penentuan Jenis Fluida
- Penentuan Kontak Fluida
- Analisa Lingkungan Pengendapan
MACAM – MACAM LOGGING
Resistiving Log
Conventional Resistiving Log
Induction Log
Lasero Log
Ø Micro Resistivity Log
Ø Micro Log
Ø Micro Laterolog
Ø Proximity Log
Ø Porosity Log
Ø Neutron Log
Ø Density Log
Ø Sonic Log
Ø Permeable Log
Ø Calipper Log
Ø Sonic Log
Ø Gamma Ray Log
PUMPING TEST ( UJI POMPA )
Dilakukan pada saat sumur siap untuk dipergunakan
FAKTOR – FAKTOR YANG DIPERHATIKAN
- Mendeterminasi karakteristik hidrolika dari aquifer
- Mendeterminasi kapasitas sumur yang bisa dipompa
Aquifer T = Transmisivitas
K = Konduktifitas Hidrolik ( Permeabilitas )
Mekanisme Pumping Test
Yang Diperhatikan : - Harus ada lubang bor
- Ada sumur pengamat
- UJI POMPA MENERUS = Q ( Debit ) seragam
- UJI POMPA BERTAHAP = Q ( Debit ) diubah – ubah
Digunakan alat pelacak berupa multitester untuk mengukur pada kedalaman berapa ada air permukaan
T = 2,3 x Q / 4 p D S = m3/s / m = m2 / s
KD = 2,3 Q / 4 p D S dimana D = panjang saringan
K = m2 / s x 1/m = m/s
TUJUAN LOGGING
Mengukur secara kuantitatif atau kualitatif formasi yang dibentuk dan ditembus oleh lubang bor
TAHAPAN PEMBORAN
1). Persiapan pembuatan bak penampungan size (1x1,075) m
2). Pengecekan mesin dan pompa
PEMBORAN KERING
Pemboran yang dilakukan tanpa menggunakan fluida bak sehingga tak menggunakan compresor ( pompa air ).
PEMBORAN DENGAN AUGER
Auger Dengan Ulir Menerus ( Continous Flight Auger )
Memakai stang bor terdapat ulir sepanjang stang bor. Ulir berbentuk elips. Diputar oleh manusia atau mesin bor tergantung kedalaman yang diinginkan. Batuan digerus dengan ulir pada bagian bawah dan gerakan berputar stang bor mendesak kating naik kepermukaan melalui sepanjang stang bor.
Auger Berlubang Tengah ( Hollow Auger )
Masih menggunakan stang bor yang berbentuk elips dengan tambahan adanya tabung hollow di bagian tengah stang bor. Sampel pada kedalaman yang diambil dapat diperoleh dengan menggunakan pipa yang dimasukkan dalam stang bor dengan membuka sumbat yang terkunci dengan tabung contoh
Auger Ulir Pendek dan Bercakar ( Short Fligh and Plate Auger)
Pemboran ini hanya mengahsilkan lubang bor dengan menggunakan mata bor ulir dan cakar flight pahat. Mata bor ulir yang dipakai cukup pendek + 30-50 cm, disambungkan pada pipa penyambung. Pemboran ini dapat mengangkat cutting dari dalam lubang bor dengan cara mengangkat ke atas ulir auger yang terisi cutting ke permukaan. Auger dengan ulir pendek dan Auger pahat digunakan untuk
- Pembuatan lubang untuk penyelidikan pondasi bangunan
- Pengambilan conto mineral
- Lubang untuk keperluan lain
Kelebihannya :
- Menghasilkan lubang bor yang bersih
- Diameter pemboran besar
Kekurangannya :
Bila ada air di dalam lubang bor, cutting sulit untuk diambil
Auger Bakul ( Bucket Auger )
Pemboran ini menghasilkan cutting yang bisa dibawa ke atas dengan alat tabung menyerupai bakul.
Kelebihannya :
Lubang bor lebih besar
Tak memerlukan casing
Dapat membor dibawah air pada lubang yang terisi mud ( lumpur )
Dengan tenaga mesin mampu menembus formasi batuan yang massive ( kompak )
Kekurangannya :
Kapasitas kedalaman pemboran terbatas
BOR BANGKE
Memiliki kemampuan kemampuan pada diameter lubang 10 cm dengan casing atau tanpa casing dengan tujuan untuk explorasi endapan alluvial
Kelebihannya :
Mobilisasi lincah, Operasional mura, dapat digunakan untuk mengambil sampel di bawah permukaan air
Kekurangannya : Kedalaman pemboran terbatas sampai 30 m, hanya u/ endap.alluvial formasi lunak.
PERALATAN PEMBORAN
Komponen/peralatan pemboran yang diperlukan yang diperlukan dalam kegiatan pemboran : Mesin Bor, Pompa/Kompressor, Stang Bor(Drill Rod),Casing,Core Barel, Mata Bor(Bit) serta perlengkapan lain.
MESIN BOR
Yang Harus Diingat Saat Memilih Mesin Bor :
Tipe Mesin Bor, Kemampuan Rotasi/Tumbuk Persatuan Waktu,Diameter Lubang,Hoisting Capacity, Dimensi, Berat Mesin Bor, Power Unit,dll.
MESIN BOR PUTAR
Mesin ini mempunyai mekanisme kerja yg paling simpel.Untuk memecahkan batuan menjadi kepingan kecil, mata bor hanya mengandalkan putaran mesin dan beban rangkaian stang bor. Untuk batuan massive bisa ditambah stang pemberat (drill collar). Kepingan batuan yang hancur karna gerusan mata bor akan terangkat ke atas oleh dorongan fluida.
MESIN BOR TUMBUK/CABBLE TOOL/SPUDDER RIG
Dioperasikan dengan cara mengangkat dan menjatuhkan alat bor berat secara berulang ke dalam lubang bor . Bila kecepatan laju pemboran sudah menjadi sangat lambat,slurry/fragmen batuan diangkat ke permukaan memakai bailer/sand pump
Faktor Yang Mempengaruhi Laju Pemboran Tumbuk
Kekerasan lapisan batuan, diameter lubang bor, jenis mata bor, beban pada alat bor, kecepatan dan jarak tumbuk
Kapasitas mesin bor tumbuk tergantung pada berat perangkat penumbuk yang berfungsi dari diameter mata bor drill stem dan panjang drill stem.
MESIN BOR HIDROLIK/HIDRAULIC ROTARY
Sistem hidrolik yg ada pada unit mesin dan berat stang dan mata bor yg mengatur pembebanan pada mata bor untuk mesin ini. Merupakan kombinasi tekanan hidrolik,stang bor,dan putaran mata bor di atas formasi batuan yg tergerus dan terbawa fluida ke permukaan lewat rongga stang bor
Top Drive
Unit pemutarnya naik turun pada menaranya, dimana tenaganya berasal dari unit transmisi hidrolikyg digerakkan oleh pompa. Penetrasinya berlangsung sepanjang stang bor yg dipakai 3,6 – 9 m sehingga mempunyai unjuk kerja yg paling baik.
Spindle
Unit pemutarnya bersifat statis. Kemajuan pemboran sangat dipengaruhi oleh panjang spindle 60 –100 cm dan tekanan hidrolik yg dibutuhkan
POMPA / COMPRESSOR
Yang harus diingat pada pompa : Type acting piston, diameter piston, discharge capasity,working pressure,power,dimensi dan berat.
Hal Penting Pada Compressor
Tekanan Udara yang Dihasilkan
Volume Udara Yang Dihasilkan Persatuan Waktu
Pada pemboran pompa lumpur kompresor berfungsi sebagai sumber tenaga yg mensirkulasifluida bor. Jika fluida bornya lumpur maka sumber tenaganya = pompa lumpur dan jika fluida bornya udara maka sumber tenaganya = kompresor.
PEMBORAN : Industri Tambang
Bidang Geologi
Bidang Perminyakan dan Sipil
Kegiatan Pemboran Bertujuan Untuk :
· Explorasi Mineral dan Batu bara
· Kontrol Penambangan
· Perhitungan Cadangan = Luas Permukaan x Ketebalan
· Explorasi dan Produksi Minyak / Gas
· Explorasi dan Produksi Air Tanah
· Penyelidikan Geoteknik
· Memperoleh Data Geologi
· Peledakan
· Pengambilan Preparasi Conto/Sampling Pemboran
Untuk menjaga agar lumpur tetap dalam kondisi yg dibutuhka, maka harus diadakan pemanatan antifitasi. Hal2 yg harus diperhatikan :
Derjat kepompaan lumpur kandungan solid yg rendah
Kondisi Thikso Tropi
Kondisi dinding pemboran
Kontrol efektifitas atas pH
ORGANISASI DIVISI PEMBORAN
CHIEF DRILLING
Pimpinan Puncak Teknik Pemboran
Teknisi Mesin Inspektur Teknik Pemboran Administrasi
Keuangan
Kepala Teknik Pemboran
Juru Bor danStaf Pelaksana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar